Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,

Laailaha illahu Allahu Akbar,

Allahu Akbar Walillahil Hamdu

Idul Adha atau yang dikenal juga dengan Idul Qurban, merupakan sebuah upaya spiritual untuk memperingati keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri, Ismail. Namun saat pedangnya diayunkan ke leher putranya, Allah SWT telah menggantinya dengan seekor kambing sebagai “qurban”. Ketakwaan dan ketabahan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT membuatnya mendapat anugerah “khalilullah” (kekasih Allah SWT).

Dalam dimensi ritual, Idul Adha dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dimana kaum muslimin sedang menunaikan ibadah haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka menggunakan pakaian serba putih tanpa jahitan sebagai simbol kesamaan dan kesetaraan dalam mendekatakan diri kepada Allah SWT sambil membacakan kalimat talbiyah. Oleh karena itu, Idul Adha oleh orang Madura lebih dikenal dengan “Tellasân Ajjhi” atau “Hari Raya Haji” bagi orang Indonesia pada umumnya.

Sebagai sebuah perayaan, Idul Adha merupakan momentum untuk saling berbagi antar sesama. Bagi orang yang mampu, sangat disunnahkan untuk berkurban dan membagikannya kepada orang yang kurang mampu. Kaum dhu’afa tentu sangat jarang untuk bisa menikmati daging kambing atau sapi. Sehingga berbagi pada momentum Idul Adha ini merupakan salah satu bentuk kepedualian sosial seorang muslim kepada sesamanya yang tidak mampu. Di sinilah makna perayaannya, dimana muslimin memenangkan perang melawan nafsunya—yang serakah—dan dapat memaknai kemanusiaan.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Dalam masa pandemipun, nampaknya tak mengurangi antusias para muslimin untuk tetap berkurban. Meskipun keadaan cenderung tak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan Kota Mekkah ditutup—untuk ibadah haji— tetapi orang-orang tak surut memperingati dan merayakan Idul Adha.

Sebagai permisalan, warga SMA Negeri 1 Sumenep tetap memanfaatkan momentum Idul Adha sebagai ladang ibadah dan menunjukkan kepedulian kepada sesama. 10 Dzulhijjah tahun ini jatuh pada Jumat 31 Juli 2020, SMA Negeri 1 menyembelih 3 ekor sapi. Kegiatan ini adalah program rutin tahunan sekolah yang dilaksanakan oleh OSIS SMA Negeri 1 Sumenep. Untuk menjalankan program ini, sekolah tetap berupaya melakukan donasi kepada wali siswa sekalipun sekalipun dalam kondisi pandemi dan kegiatan akademik masih dilakukan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini sebagai bentuk komitmen untuk mencapai tujuan-tujuan spiritual pada momentum Idul Adha.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Kepala Sekolah, Bapak Drs. Sukarman, secara khusus berterimakasih kepada para wali siswa yang mau berpartisipasi dalam kegiatan ini. Karena menurutnya, dana untuk membeli hewan kurban itu adalah dari partisipasi wali siswa. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pembina dan pengurus OSIS Periode 2020/2021 yang telah melaksanakan program ini sebaik-baiknya. “Mudah-mudahan tahun depan bisa ditingkatkan,” tambahnya.

Menurut Moh. Hasan, Wakil Kepala bidang Kesiswaan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memupuk empati sosial peserta didik. Apalagi di masa krisis ekonomi karena pandemi seperi saat ini. “Juga untuk melatih OSIS dalam pelaksanaan ibadah kurban,” imbuhnya.

Ketika ditanya tentang pendistribusian, beliau selaku  wakil kepala bidang kesiswaan, menerangkan bahwa daging kurban dibagikan kepada masyarakat Pabian dan sekitarnya, juga fakir miskin di sekitar SMA Negeri 1 Sumenep. “Ada sekitar 200an paket daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat”, ungkapnya. Masyarakat mengambil paket daging kurban dengan cara datang ke sekolah dan membawa kupon yang sudah dibagikan.

7 Thoughts to “BERBAGI DI MASA PANDEMI : SMANSA SUMENEP KURBAN 3 EKOR SAPI”

    1. Syahrul Yoga Pradana Pradana

      Terima kasih telah mengunjungi website kami 🙂

  1. Januar Anton F

    Piye carane bisa ngisi konten website ini.. untuk guru bisa diisi konten materi misalx..

    1. Syahrul Yoga Pradana Pradana

      bagi guru yang ingin berpartisipasi mengisi konten dalm website ini, silahkan menyerahkan naskah tulisan ke wakasek humas (TIM PUBLISS). 🙂

  2. Halimurrahman

    Mantap SMANSA

    1. Syahrul Yoga Pradana Pradana

      Terimakasih

Leave a Comment