"Yang...

Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Yang hancur lebur akan terobati

Yang sia-sia akan jadi makna"

(Petikan puisi karya Chairil Anwar)

Nampaknya, petikan puisi Chairil Anwar itu layak sebagai ungkapan untuk menggambarkan dan memaknai peristiwa regenerasi yang terjadi di Smansa Sumenep. Baru beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan April, sekolah ini mengikhlaskan kepergian guru-guru terbaiknya, yaitu bapak Hidayat Raharja dan bapak H. Maswiyanto.

Beliau berdua, dimutasi untuk menunaikan tugas di tempat yang baru dg jabatan sebagai kepala sekolah. Bapak Hidayat Raharja, guru senior mata pelajaran biologi sekaligus Wa.Ka. Humas di SMAN 1 Sumenep, dipindah tugaskan menjadi kepala di SMAN 4 Sampang. Dan, bapak H. Maswiyanto, guru kimia, didapuk menjadi kepala SMAN 1 Lenteng.

"Berat rasanya meninggalkan sekolah ini. Bagaimana tidak? Saya benar-benar merasakan suka-duka perjuangan membangun sekolah ini selama 33 tahun", begitulah kiranya bapak Hidayat Raharja memulai sambutannya.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Beliau melanjutkan, "Saya ingat betul wajah sekolah ini dahulu, hingga menjadi maju seperti sekarang ini. Tapi, begitulah dharma kita sebagai abdi negara. Dan, sayapun meyakini, inilah saat yang tepat untuk sebuah regenerasi. Guru-guru muda yg potensial perlu diberi peluang untuk berperan dan berkiprah. Selama ini mungkin saja jalan itu tertutup, karena tradisi birokrasi yang selalu mengutamakan senioritas. Maka, izinkan saya untuk melangkah ke luar dari pagar sekolah ini", ucap beliau dengan nada gemetar dan perasaan mendalam.

"Terima kasih atas kebersamaan dan kerja samanya selama ini. Dan mohon maaf, saya banyak kekurangan dan kesalahan", pungkasnya.

Hari jadi layu, sebab haru tengah bergelayut di gedung aula SMAN 1 Sumenep. Suasana musik melow. Tangisan pecah di dada kami masing-masing. Sebagian tembus ke mata dan pipi, sambil diam-diam menghapusnya. Sebagian lagi berpura-pura tetap tegak dan tegar. Ingin rasanya ada pelukan untuk saling menguatkan, tapi protokol kesehatan covid-19 membuat itu tidak mungkin.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Sebelumnya, dalam waktu yang hampir bersamaan, telah terjadi pergantian tampuk kepemimpinan di SMAN 1 Sumenep. Bapak H. Syamsul Arifin, kepala SMAN 1 Sumenep mendapat amanah sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep. Beliau dianggap cukup berprestasi selama 5 tahun sebagai kepala SMAN 1 Sumenep, sehingga dinilai layak mengemban amanah sebagai Ka.Cab. Disdik Jatim Wilayah Sumenep. Kami semua berharap, semoga penggantinya adalah orang yang layak.

Pucuk dicinta ulampun tiba. Sekolah ini memang kehilangan, namun ada pula berkah yang didapatkan. Atas kehilangan ini, kami diganjar dengan kepala sekolah baru yang tak kalah berprestasi. Beliau adalah bapak Sukarman. Sebelumnya, beliau telah berhasil dan sukses dalam berkiprah sebagai kepala sekolah di SMAN 1 Gayam dan SMAN 1 Kalianget. "Bapak Pembangunan", gelar yang disematkan untuk beliau. Begitulah yang kami dengar dari beberapa rekan di eks. sekolah yang dipimpinnya.

Sayang, prosesi pisah kenang dan serah terima jabatan kepala sekolah ini berlangsung di internal Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Sumenep.

Gayung bersambut. Dengan penuh semangat dan suka cita, kami ucapkan "Selamat datang di Smansa Sumenep tercinta, bapak Drs. Sukarman!"

"Yang.. Yang patah tumbuh yang hilang berganti"

Baru saja api semangat itu terpantik. Baru saja gairah kerja itu dilecut di tengah pandemi dengan juknis pembelajaran yang rumit.

Ah... Akhir bulan Juli lalu, mutasi guru terjadi lagi. Kali ini, kami harus merelakan rekan kami, yaitu bapak Churiyanto dan Ibu Dina Nasyira.

Dok. Humas Smansa Sumenep

"Mutasi ASN itu terjadi karena sedikitnya 3 hal. Yang pertama, karena yang bersangkutan dibutuhkan di satuan kerja lain. Kedua, karena permohonan pindah tugas dari yang bersangkutan. Dan yang ketiga, karena sanksi. Tetapi untuk guru Smansa, mutasi ini Insya Allah karena yang pertama. Yaitu karena dibutuhkan di tempat lain", ungkap kepala sekolah baru kita, bapak Drs. Sukarman, dalam sambutannya di acara Pisah Kenang, yang berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2020.

Dalam kesempatan itu, ibu Dina mengucapkan banyak terima kasih kepada kepala sekolah, guru, dan TAS karena telah menerimanya dg baik selama setahun di SMAN 1 Sumenep.

"Terima kasih atas kebersamaannya selama ini. Terima kasih telah menemani proses saya selama setahun menjadi CPNS di sini. Saya tidak mau baper. Pokoknya terima kasih", pungkasnya

SMAN 1 Sumenep memang banyak kehilangan orang-orang terbaiknya. Tetapi sekolah ini juga banyak kedatangan guru-guru baru. Dan tentu saja, semoga mereka orang-orang terbaik pula. Guru-guru itu adalah bapak Heri Sasmito (Mapel Matematika), bapak Ferry Budi Prasetya (Mapel Kimia), bapak Rizal Wahyudi (mapel PKWU), bapak A. Rohman (Mapel Fisika), Ibu Afifa Rusdiana, ibu Fita Maria A, ibu Eko Yulianingsih, dan ibu R.Aj. Siti Aisyah.

Dok. Humas Smansa Sumenep

"Yang sia-sia akan jadi makna"

Akhirnya, untuk bapak H. Syamsul Arifin, bapak Hidayat Raharja, bapak H. Maswi, bapak Churiyanto dan Ibu Dhina, kami ucapkan selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga amanah. Sukses selalu. Aamiin.

Untuk kepsek dan guru-guru baru Smansa Sumenep, selamat datang. Mari bekerja! Kita jadikan masa pandemi ini menjadi bersemi.

Leave a Comment