Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa ini telah menancapkan tonggak sejarah untuk menyongsong masa depannya. Setelah tiga setengah abad lamanya terjajah oleh bangsa asing. Tidak mudah untuk mendapatkannya. Tak terhitung jumlah korban dan nyawa menghilang untuk meraihnya. Darah dan air mata bersimbah membasuhi tanah ibu pertiwi.

Ya, 75 tahun yang lalu teks proklamasi dikumandangkan dari Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat ke seantero Nusantara melalui radio. Sorak-sorai dari segala penjuru negeri bergemuruh, mengakhiri seluruh rangkaian perjuangan yang telah mengugurkan para patriot bangsa.

Lalu apa yang pantas kita persembahkan bagi negeri ini sebagai balas jasa yang pantas bagi para pejuang bangsa? Tentu banyak hal positif yang bisa kita kerjakan dalam mengisi kemerdekaan ini sebagai rasa terima kasih dan penghargaan bagi para pejuang yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Bung Karno, presiden pertama Republik Indonesia mengatakan, “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Sedikitnya, setiap tanggal 17 Agustus kita melakukan upacara bendera dan mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Meskipun sebenarnya, hal itu kita sadari tidak akan pernah cukup membayar pengabdian dan pengorbanan para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, pemerintah mengeluarkan edaran tentang larangan untuk melaksanakan upacara bendera 17 Agustus. Tentu hal ini merupakan sebuah upaya untuk mencegah penularan virus. Artinya, larangan ini bermakna positif dalam konteks mengisi kemerdekaan. Pemerintah sangat memperhatikan dan melindungi rakyatnya dari ancaman kesehatan oleh virus corona.

Kegiatan pengganti dari upacara itu, di Jawa Timur, semua unsur pemerintahan diwajibkan untuk melakukan kegiatan mengheningkan cipta pada hari Senin, 17 Agustus 2020, tepat pada pukul 10.17 WIB saat pengibaran bendera merah putih dikibarkan di Gedung Negara Grahadi di Surabaya. Hal ini sebagai penghargaan dan doa kepada para pahlawan bangsa yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Mengheningkan Cipta dalam Rangka HUT KE-75 RI Dok. Humas Smansa Sumenep

Refleksi kemerdekaan melalui mengheningkan cipta ini, juga menjadi titik awal kegiatan Lomba Menghias Tumpeng yang dilakukan oleh Harma Wanita Persatuan (DWP) SMAN 1 Sumenep di Gedung Aula SMAN 1 Sumenep.

“Kegiatan Lomba Menghias Tumpeng ini merupakan salah satu cara kira memperingati HUT Kemerdekaan ke-75 RI.”, ungkap Bapak Sukarman, Kepala SMAN 1 Sumenep.

Lomba ini juga menjadi kegiatan pertama DWP SMAN 1 Sumenep terhitung sejak pergantian kepala sekolah beberapa bulan lalu dan dinahkodai oleh Ibu Hafidatun Sukarman.

“Hal ini kita lakukan sebagai perkenalan awal untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar warga SMAN 1 Sumenep. Ke depan, kita akan lebih giat lagi melakukan kegiatan-kegiatan semacam ini.”, demikian Ibu Hafidatun Sukarman dalam sambutannya.

Sambutan Kepala SMAN 1 Sumenep dalam Acara Lomba Nasi Tumpeng Dok. Humas Smansa Sumenep

Lomba Menghias Tumpeng ini bertemakan “Indonesia Maju” yang disesuaikan dengan tema HUT Ke-75 RI tahun 2020. Ketentuan lain dalam pembuatan tumpeng yang dibuat oleh panitia yaitu bagian puncak tumpeng harus berbentuk kerucut; bagian bawah diperbolehkan bertingkat atau model gelombang; warna nasi kuning; dan batas pengumpulan hingga pukul 09.00 WIB.  Adanya kesesuaian tema, kreasi/ keindahan, cita rasa, kerapian dan kebersihan menjadi kriteria penilaian untuk menentukan pemenangnya.

Pesertanya terdiri ibu-ibu warga SMAN 1 Sumenep, yang dibagi menjadi 10 kelompok. Tim ini dikelompokkan berdasarkan bidang kerja dalam kepengurusan DWP SMAN 1 Sumenep, di antaranya; Sekretariat, Bidang ekonomi, Bidang Pendidikan, Bidang Sosial Budaya, Bidang Kurikulum, Bidang Kesiswaan, Bidang Sarana dan Prasarana, dan Bidang Humas, Guru dan Tenaga Administrasi.

Sepuluh karya nasi tumpeng hasil kreasi ibu-ibu Dharma Wanita Smansa Sumenep ini cukup membanggakan. Meskipun diselenggarakan di tingkat internal, tetapi mereka mengeluarkan segenap kemampuan kreasinya. Sepuluh karya tersebut bersaing secara ketat dan membuat para juri merasa kebingungan untuk menentukan pemenangnya. Setelah melakukan peninjauan dan penilaian, para dewan juri harus memutuskan dan menetapkan pemenangnya.

“Berat rasanya untuk menentukan dan memutuskan pemenangnya. Namun bagaimanapun juga, beginilah konsekuensinya dengan format lomba. Harus ada yang dimenangkan. Seandainya ada 10 paket hadiah, akan kami kasih satu-satu. Sayangnya, hanya ada 3 paket hadiah.”, demikian paparan juri.

Penyerahan Potongan Tumpeng Pertama oleh Kepala SMAN 1 Sumenep kepada Ketua DWP SMAN 1 Sumenep Dok. Humas Smansa Sumenep

Tim juri menambahkan bahwa dalam konsep makanan, kreativitas dapat dinilai dari konsep olahannya di samping konsep sajiannya. Makanan yang baik tidak harus mahal, tetapi mampu mengolah bahan yang ada di dapur dengan baik. Komposisinya harus baik. Misalnya, kita harus memikirkan unsur protein dalam makanan. Makanan yang baik harus mempertimbangkan kadungan protein nabati dan hewani.

Juara 1 lomba ini dimenangkan oleh tim dari Bidang Sarana dan Prasarana. Tim ini diketuai oleh Ibu Raden Kutsijah Halimurrahman. Dan beranggotakan 7 orang lainnya; Ibu Halimatus Suhriyah, Ibu Agus Kurniadi, Ibu Imami Muzanni, Ibu Cahya Heryani Arohman, Ibu Diah Wahyuni Syafiudin, Ibu Ika Fajrin AIsyah, Ibu Dina Mauliya Sari. Tim Guru keluar sebagai juara kedua. Tim ini diketuai oleh Ibu Sunnatun Hasanah, dan beranggotakan; Ibu Mamiek Murdiana SUharno, Ibu Ir. Herlinda Kadarisman; Ibu Hj. Siti Hatijah Sukriyadi, Ibu Ainiyah Moh. Imam; Ibu Nur Fadilah Hendro F; Ibu Melly Herawati Januar Anton; dan Ibu Suhartati. Sedangkan tim yang diketuai oleh Ibu Sofia Asmuni, yaitu Bidang Pendidikan, keluar sebagai juara ketiga. Tim ini beranggotakan; Ibu Euis Noordiana, Ibu Naning Suci Mulyani; Ibu Maria Ulfa Rizqi Fitrra; Ibu Iin; Ibu Erna Wati Jatim; Ibu Lusiana Ike T Arief Darmansyah; Ibu Riska Dwi Yuliani.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang dan foto bersama. Semua peserta bahagia, penuh suka cita. Yang belum beruntung bahagia. Yang menang sangat bahagia.  Dirgahayu Indonesiaku! Semoga hari-harimu ke depan dipenuhi wanita-wanita kreatif dan penuh dharma  seperti yang ada di SMAN 1 Sumenep.

Leave a Comment