Penulis : Syifa Jurnal

Hai teman-teman! Ada yang baru nih tentang seputar SMANSA, loh! Jum’at (11/09), SMANSA telah mengadakan dies natalis, acara yang tidak pernah absen tiap tahunnya. Meskipun dalam new normal warga SMANSA pun tidak mau melewatkan momen ini. Dies natalis adalah acara perayaan ulang tahun SMANSA yang paling dinantikan. Tak terasa terhitung genap 60 tahun SMANSA berdiri. Acara dies natalis tahun ini berbeda dengan tahun lalu, namun sebagian besar dari warga SMANSA bisa menikmatinya meskipun secara virtual. Tentunya panitia, sebagian kecil guru dan siswa yang menikmati secara langsung tetap memperhatikan protokol kesehatan. Perlu diapresiasi bagi OSIS (panitia) yang telah melaksanakan acara ini dengan luar biasa, meski menurut Ranov selaku ketupel berkata bahwa terjadi beberapa miskomunikasi karena serba online dan waktu yang sedikit. “Kami tahun ini sudah membuka gerbang terhadap suatu hal yang baru, now it’s time for new normal, new style, new mindset, then new journey, jadi jangan buat pandemi Covid-19 ini sebagai penghalang kita mencapai mimpi, tapi jadikanlah sebagai tantangan untuk melebihi ekspetasi mimpi kita, semangat Smansaku!” tambahnya.

Adapun acara yang diadakan yaitu lomba Tiktok dan lomba pensi antarkelas. Lomba Tiktok dilaksanakan pada tanggal 12 September 2020 sedangkan untuk lomba pensi dilaksanakan tanggal 13 September 2020.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan dies natalis dan beberapa lomba secara daring tidak mengurangi rasa khidmat dies natalis yang ke-60. Tetap semangat, rasa cinta, rasa kasih, rasa senang¬† kepada sekolah tercinta, SMAN 1 SUMENEP”, tutur bapak Kepala SMAN 1 SUMENEP.

Menurut Alan, selaku perwakilan peserta dari lomba Tiktok, dalam lomba Tiktok tersebut ada beberapa persiapan yang dilakukan seperti pemilihan konsep, kostum, tempat take video dan anggota yang mengikuti lomba tersebut. Di sisi lain, Lia dan teman-temannya selaku perwakilan peserta dari lomba pensi merasa terkendala dalam proses latihan, seperti ramainya suasana karena suara motor atau anak kecil sehingga mereka harus merekam ulang. Namun, Alan dan Lia selaku perwakilan siswa dari kelas 11 Mipa 5 berharap supaya dies natalis tahun depan bisa dilaksanakan secara offline seperti dulu lagi dan acara yang diadakan pun lebih baik dan lebih seru lagi.

“Permohonan maaf juga kepada OSIS, memang saya menyampaikan bahwa di era pandemi Covid-19 ini akan merusak tatanan sendi-sendi dari segala aspek termasuk di antaranya adalah kegiatan dies natalis yang seharusnya dilaksanakan dengan penuh meriah, berhubung karena kita diikat dengan aturan sehingga pelaksanaan dies natalis ini dikemas sedemikian rupa mengacu pada protokol kesehatan,” tambah Bapak Drs. Sukarman, selaku Kepala SMAN 1 Sumenep pada sambutan pembukaan dies natalis.

Leave a Comment