Oleh: Syafiuddin Syarif

Teruslah bergerak jangan diam, karena dengan terus bergerak akan menemukan titik keseimbangan. Barangkali itulah ungkapan populer yang tepat untuk menggambarkan aktivitas penyelenggarakan pendidikan di SMAN 1 Sumenep. Sekolah Menengah Atas paling favorit di kabupaten Sumenep ini terus bergerak dengan kelincahan berakselarasi guna adaptif terhadap perubahan di tengah kehidupan.

Di tengah badai pandemi Corona yang belum berakhir, SMAN 1 Sumenep terus bersemangat beraktivitas dan responsif elegan terhadap tantangan dan pembatasan aktivitas. Kegiatan dan aktivitas boleh dibatasi, pembelajaran tak masalah dikurangi, tapi pelayanan penyelenggaraan pendidikan tetap terus berjalan. Pemanfaatan teknologi internet adalah keniscayaan bagi seluruh guru sebagai media pelayanan penyelenggaraan pembelajaran yang efektif dan efisien serta aman selama pandemi. Mulai dari kegiatan persiapan, pelaksanaan hingga pada tahap evaluasi sebagi akhir dari kegiatan pembelajaran.

SMAN 1 Sumenep menyelenggarakan Workshop Pengembangan Instrumen Penilaian Semester Berbasis Dalam Jaringan dan Sosialisasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Workshop dilakasanakan secara estafet selama tiga hari mulai tanggal 13, 14 hingga 15 bulan November 2020. Diikuti oleh segenap guru SMAN 1 Sumenep, dan bertempat di ruang guru. Kegiatan workshop ini digagas oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum H. Junaidi, M.Pd.

Hari pertama penyelenggaraan workshop diawali dengan sambutan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep. Dalam sambutannya Bapak Drs. Sukarman menyampaikan bahwa beliau menyambut baik terhadap penyelenggaraan Workshop yang dilaksanakan dan diikuti oleh semua guru SMAN 1 Sumenep. Beliau menambahkan bahwa bangga pada semua guru yang tetap profesional dengan tugasnya tetap akan melaksanakan kegiatan evaluasi pada akhir pembelajaran sekalipun proses dan kegiatan pembelajaran terbatas. Selanjutnya, beliau memberikan apresiasi terhadap guru yang hadir mengikuti workshop sambil berharap seluruh peserta bisa mengikuti workshop dengan baik hingga pada akhirnya mengaplikasikan sebagai akhir kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya, sambutan dilanjutkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep H. Syamsul Arifin, S.Pd., M.Si. Sebelum membuka acara workshop secara resmi, beliau memberikan motivasi kepada seluruh guru khususnya di SMAN 1 Sumenep. Beliau minta semua guru untuk tetap menjalankan tugasnya secara baik dan professional, serta tetap memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh peserta didik sekalipun di tengah keterbatasan. Selanjutnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep membuka acara workshop secara resmi.

Workshop masuk pada penyampaian materi pertama yaitu Teknis Penginputan Instrumen Penilaian melalui aplikasi  Google Class Room (GCR). Materi pertama disampaikan oleh Bapak Hairus Sabilah dengan dibantu satu orang asistennya Bapak Nurul Siddiqien. Pemateri yang berpengalaman sebagai staf IT di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memandu para guru secara telaten dan sabar cara menginput instrumen penilaian. Pukul 12.00 WIB acara workshop hari pertama selesai, kemudian peserta pulang ke rumah masing-masing. Sebelumnya, Wa.Ka. Kurikulum mengingatkan para guru peserta workshop supaya tidak lupa bahwa besok kembali ke sekolah untuk mengikuti workshop hari berikutnya.

Hari kedua workshop berisi penyampaian materi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebagai pengganti dari Ujian Nasional (UN).  Materi AKM disampaikan oleh Bapak Rusli, M.Pd selaku pengawas SMA di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep. Pemateri membuka dengan pemaparan tentang AKM secara detail mulai dari definisi, maksud, tujuan dan teknisnya. Selanjutnya pemateri melanjutkan sesi tanya jawab dengan seluruh peserta. Sesi tanya jawab disambut baik oleh semua peserta dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang semuanya dijawab secara lugas dan tuntas oleh pemateri. Hari terakhir atau hari ketiga workshop adalah kegiatan finaliasi input instrumen penilaian. Semua peserta workshop atau guru SMAN 1 Sumenep melaui koordinator masing-masing pelajaran diharapkan bisa menyelesaikan penugasan workshop sesuai batas akhir. Penugasan tunggal berupa input instrumen evaluasi pada aplikasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan disepakati bersama pada awal oleh Wa.Ka. Kurikulum bersama seluruh guru di SMAN 1 Sumenep.

Penulis adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMAN 1 Sumenep

Leave a Comment