Kabar membahagiakan selalu menghampiri keluarga besar SMA Negeri 1 Sumenep bak cendawan di musim hujan. Ini adalah anugerah yang sangat besar dari Allah Swt, Tuhan Seru Sekalian Alam. Baru kemarin kita dihujani taburan prestasi dari ajang LKIR LIPI dan OPSI POSI tingkat nasional. Hari ini Panitia Monstratec Brasil 2020 mengumumkan bahwa penelitian siswa kita yang berjudul ‘Comparison of Resistant Starch Content and Physicochemical Condition in Fried Rice, Uduk Rice, and Yellow Rice’ berhasil menembus final MCTEA 2020 di Brasil. Keberhasilan ini sekaligus mewakili Indonesia dalam ajang final tersebut bersama MAN 2 Kota Malang, SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Narada School Lebak Banten, SMA IT Cendikia Sumbawa, dan SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya.

Perwakilan Tim yang Mewakili Indonesia dalam Lomba Penelitian Internasional MCTEA 2020 di Brasil.

Daftar Tim yang Lolos Penelitian Internasional MCTEA 2020 di Brasil. Dapat di download pada link ini :  Lista de Projetos Finalista MCTEA 2020

Mostra de Ciencias e Tecnologia da Escola Acai (MCTEA) 2020 adalah ajang penelitian internasional yang berpusat di Brasil. Lomba ini diikuti perwakilan dari puluhan negara setelah melewati seleksi ketat di negara masing-masing. Beberapa tahun yang lalu Indonesia berhasil meraih juara di Mostratec/MCTEA melalui pembimbingan dari OPSI Kemendikbud dan LKIR-LIPI. di tahun-tahun berikutnya Indonesia semakin berkibar melalui delegasi yang sebelumnya telah mengikuti seleksi nasional di Indonesian Science Project Olympiad (ISPO). Kali ini tidak ada delegasi dari OPSI maupun LIPI di dalam kompetisi internasional nan bergengsi ini. Hanya ada delegasi Indonesia yang sebelumnya berhasil menembus seleksi nasional oleh Coinnetwork, NGO berlisensi yang mewadahi lomba penelitian ilmiah internasional ini. Pada seleksi inilah karya Nasywa Azmi Chandrakanti kelas XI MIPA 7 dan Agist Royyan Rohmannov berhasil menembus final MCTEA 2020 di Brasil.

TOPS sedang melakukan penelitian di Laboratorium Sentra Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang

Sebenarnya apa yang menarik dari penelitian ini sehingga bisa menembus final? Nasywa mengatakan bahwa pada awalnya mereka tertarik meneliti mengapa banyak orang Indonesia yang mengalami obesitas. Ternyata obesitas terjadi karena mayoritas masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Sebenarnya tidak ada yang salah tentang itu. Obesitas karena mengonsumsi nasi dapat terjadi karena nasi sarat dengan pati (1,6 ons dalam per gelasnya), yang biasanya dihidrolisis oleh enzim dalam saluran pencernaan untuk diubah dari karbohidrat menjadi glukosa yang digunakan sel secara langsung untuk menghasilkan energi dalam fungsi metabolisme tubuh. Namun ketika bahan bakar yang tersedia lebih banyak dibandingkan energi yang dibutuhkan oleh sel, kalori berlebih dari pati disimpan di dalam tubuh sebagai karbohidrat polisakarida yang disebut glikogen untuk digunakan kembali nantinya dengan mengubahnya kembali menjadi glukosa sesuai kebutuhan. Masalahnya adalah bahwa kelebihan glukosa yang tidak dikonversi menjadi glikogen akhirnya berubah menjadi lemak. Oleh karena itu, makan berlebihan jangka panjang ditambah dengan kurang olahraga yang tepat atau gaya hidup yang tidak aktif berpotensi menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti obesitas.”Dari situ kami mulai mencari-cari reverensi. Penelitian terdahulu berusaha untuk menyelesaikan masalah meningkatnya angka prevalensi obesitas dengan menemukan solusi berbasis makanan. Dengan menggunakan regimen pemanasan dan memasak khusus(heating-cooling cycle), para ilmuwan menyimpulkan bahwa jika varietas beras terbaik diproses maka akan dapat mengurangi kalori sekitar 50-60%”, beber Nasywa. “Sebenarnya Indonesia memiliki cara pengolahan nasi yang sebagai makanan pokok yang secara teknis memanfaatkan metode heating-cooling cycle seperti nasi goreng. Tidak hanya itu, terdapat metode pengolahan nasi lainnya yang memanfaatkan proses kimia alami seperti penambahan santan dalam pembuatan nasi uduk dan pemberian pewarna kuning pada nasi kuning. Kami menduga proses memasak tradisional ini dipadukan dengan cara memasak yang benar akan mengurangi pati resisten nasi sehingga akan berpengaruh pada pengurangan angka obesitas di tanah air. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pati resisten dari nasi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia dengan berbagai cara pengolahan tradisional seperti pengolahan sebagai nasi goreng, nasi uduk, dan nasi kuning dengan metode heating-cooling cycle,” tambah Ranov. “Dengan demikian diharapkan masyarakat Indonesia dapat menerapkan metode pemasakan (nasi) yang tepat pada konsumsi sehari-hari sehingga dapat menurunkan angka prevalensi obesitas,” pungkas Nasywa, anggota termuda Tim Olimpiade Penelitian Smansa (TOPS) itu.

TOPS sedang melakukan penelitian di Laboratorium Sentra Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang
TOPS sedang melakukan penelitian di Laboratorium Sentra Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang

Dihubungi secara terpisah Kepala SMA Negeri 1 Sumenep Drs. Sukarman merasa bangga bahwa siswa Smansa bisa menembus final MCTEA 2020 di Brasil sekaligus mewakili Indonesia dalam ajang tersebut. Beliau menegaskan bahwa pencapaian ini adalah awal yang bagus.”Kami mengucap syukur Alhamdulillah dan ucapan terima kasih atas keberhasilan peserta didik kita yang telah berhasil menembus final MCTEA 2020 Brasil. Lomba ini merupakan lomba yang bergengsi dan mungkin baru pertama kali SMAN 1 sumenep masuk final. Sebagai kepala sekolah saya mengapresiasi keberhasilan ini yang tentunya tidak lepas dari bimbingan dan pembinaan teman-teman guru serta dukungan dari orang tua dan pihak terkait,” ujar beliau. “Saya berharap semoga peserta didik kita bisa menembus 3 besar dalam lomba internasional tersebut. Pesan saya semoga mereka tetap semangat belajar, berdoa, dan senantiasa menjaga kesehatan. Semoga Allah akan mengabulkan segala keinginan dan hajat kita bersama,” Tambah mantan Kepala SMA Negeri 1 Kalianget tersebut.

Semoga apa yang menjadi harapan kita bersama ini akan terwujud. Semoga SMA Negeri 1 Sumenep senantiasa menjadi suar yang menerangi semesta pengetahuan khususnya penelitian serta pengembangan karya dan riset sekolah.

2 Thoughts to “SMA Negeri 1 Sumenep Mewakili Indonesia dalam Lomba Penelitian Internasional MCTEA 2020 di Brasil”

  1. Irwan junaidi

    Mantap semoga sukses dan berhasil membawa nama harum sma Negeri 1 sumenep khususnya dan Indonesia pada umumnya

  2. Amin 🤲😇 . Terimakasih atas dukungan, semangat dan do’anya 🙏🙏

Leave a Comment