“Teeeettt..!!!”

Jam ujian di hari terakhir telah dibunyikan. Semua peserta disilahkan untuk keluar dari aplikasi zoom meeting. Pertanda Penilaian Akhir Semester secara daring (ePAS-JJ) di hari terakhir itu telah usai, mengakhiri serangkaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester ganjil Tahun Pelajaran 2020/2021. Time is play!

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Untuk mengisi kegiatan di masa kekosongan dan penantian penerimaan laporan hasil pembelajaran (rapor) di semester ganjil, SMA Negeri 1 Sumenep memiliki tradisi rekreasi unik yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Rekreasi itu berupa kegiatan perlombaan olah raga antar kelas. Pekan Olah Raga Smansa (PORASMANSA), begitulah kegiatan ini disebut. Sebagian sekolah menyebutnya class meeting untuk hal yang sama.

Sebagai sebuah rekreasi, kegiatan ini tentu saja memiliki tujuan untuk menyegarkan kembali otak para peserta didiknya setelah ditempa beban belajar selama satu semester penuh. Namun di samping itu juga kegiatan ini dapat menjadi media penyaluran potensi diri (bakat) peserta didik di SMANSA Sumenep di bidang olah raga.

Berbeda dari pelaksaan class meeting atau pertandingan olah raga di sekolah-sekolah lain yang menggelar kegiatan serupa, PORASMANSA sangat meriah dan sangat dinanti oleh warganya. Ini adalah euforia akhir pembelajaran.

………………..

Dok. HUMAS Smansa Sumenep

Pembukaan digelar layaknya sebuah opening ceremony pesta olah raga. Spanduk dan baliho bergambar logo tim (kelas) terpajang memenuhi lapangan GOR Ahmad Yani Sumenep. Semua tim olah raga dari seluruh kelas berkumpul di lapangan kebanggaan atlet dan warga Sumenep itu. Mereka membawa benderanya masing-masing dengan kaos tim (jersey) yang juga berbeda-beda. Tidak hanya itu, penampilan (fashion dan hair style) mereka juga sangat menonjol. Ada yang mengecat rambutnya dengan beraneka warna. Ada yang mengecat wajahnya, juga dengan warna-warni. Ada pula yang membuat kepalanya menjadi plontos, model punk, mohawk, dan lain-lain. Itu penampilan para cowok. Bagaimana dengan para peserta PORASMANSA cewek? Mereka tak kalah ekspresif. Mereka mengenakan bando dengan bentuk-bentuk tak lazim, kaca mata beraneka warna, dan sebagian menggerai rambut atau mengepangnya. Ekspresi itu bukan tanpa alasan mereka lakukan. Sebab dalam PORASMANSA semua itu ada penilaiannya. Ada penilaian Best Flag, Best Jarsey, dan Best Costume.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Usai menyalakan api olah raga layaknya pembukaan Pekan Olah Raga Nasional (PON), mereka melepas balon ke udara secara bersama-sama. Selanjutnya mereka berkeliling kota dengan bersepeda (fun bike) sambil berselfie ria.

…………………..

Yah, kira-kira seperti itulah suasana pembukaan PORASMANSA tahun lalu sebelum pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia. Bagaimana pelaksanaannya di tengah pandemi ini?

PORASMANSA masih mendapat tempat di hati para warganya. Sekalipun kondisi pandemi, OSIS SMA Negeri 1 Sumenep (OSISMANSA) sebagai panitia pelaksana, berupaya dengan sepenuh hati untuk tetap bisa menggelarnya, memenuhi atensi dari para peserta didik SMANSA Sumenep. Upaya mendapat perizinan kepada pihak terkait seperti POLRES Sumenep dan Tim Satgas COVID Kabupaten Sumenep, mereka tempuh. Hal itu untuk memenuhi harapan para peserta didik untuk tetap dapat menggelar pembukaan PORASMANSA di GOR Ahmad Yani. Namun, upaya itu tidak mendapat restu dari pihak POLRES berhubung kondisi dan situasi COVID-19 di Sumenep sedang mengalami peningkatan dan perubahan zona dari kuning menjadi jingga.

Panitia dipaksa untuk memutar otak dan bersiasat dalam pelaksanaannya di tengah pandemi. Akhirnya, OSISMANSA memutuskan untuk mengambil rencana “B” yang memang telah mereka rancang sebelumnya sebagai bentuk antisipasi atas keadaan seperti ini. Mereka secara kreatif menginovasi pelaksanaan PORASMANSA 2020.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Opening ceremony digelar secara terbatas. Kegiatan itu berlangsung pada hari Minggu, 20 Desember 2020 di aula SMANSA Sumenep. Dihadiri seorang peserta dari setiap angkatan sebagai perwakilan, panitia yang diwakili oleh Sie VII OSISMANSA, para pembina OSIS, Wa. Ka. Kesiswaan dan Kepala SMAN 1 Sumenep dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Cabang Olah Raga (Cabor) yang dipertandingan juga dibatasi. Cabor yang melibatkan tim besar tentu saja harus direlakan untuk dicoret dari daftar yang dipertandingkan. Seperti sepak bola, basket, dan volly, yang sebelumnya banyak diminati dan menjadi ajang paling bergengsi antar kelas.

“Selain itu, kami juga mencoret Cabor Atletik dikarenakan kendala izin lapangan yang pada tahun-tahun sebelumnya dipinjam dari KONI Sumenep. Sementara sekolah kita tidak punya sarana atau lapangan untuk menggelar lomba atletik”, ungkap Didi, sapaan akrabnya.

“Jujur, saya sebagai ketua pelaksana kegiataan ini memang cukup pusing memikirkan hal ini. Kekecewaan dari para peserta dapat dimaklumi dengan berbagai kendala pelaksanaan PORASMANSA tahun ini. Tetapi kami, OSISMANSA telah berupaya penuh untuk kegiatan ini tetap terlaksana”, curhat Didi.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Adapun Cabor yang dipertandingkan pada PORASMANSA tahun 2020 ini yaitu bulu tangkis ganda putra, bulu tangkis ganda putri, tenis meja, catur dan e-sport (pubg dan mobile legend). Cabor e-sport inilah satu-satunya hal yang membedakan dari pelaksanaan PORASMANSA tahun-tahun sebelumnya.

“Hal ini adalah buah inovasi dan kreativitas OSISMANSA dalam pelaksaan PORASMANSA di tengah pandemi. Saya pikir ini cukup baik, dan saya menyambutnya dengan senang hati. Ini akan sedikit menawarkan rasa kekecewaan peserta. Sekalipun kekecewaan itu tidak berdasar, sebab pandemi ini datangnya bukan dari manusia, tetapi Tuhan yang Maha Kuasa”, ungkap Bambang Priambudi, selaku pembina OSIS Sie VII dan Sie VIII.

Drs. Sukarman, Kepala SMAN 1 Sumenep di tengah sambutannya pada pembukaan PORASMANSA sangat mengapresiasi dengan baik upaya yang dilakukan oleh OSISMANSA dalam mewujudkan kegiatan ini.

“Saya sangat bersyukur atas pelaksanaan PORASMANSA ini. Walaupun kondisinya masih Pandemi COVID-19, kalian mampu mengolahnya dengan baik. Tentu saja hal ini berkat bimbingan para pembina OSIS dan Waka Kesiswaan. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada para panitia, pembina OSIS dan Pak Hasan selaku Wa. Ka. Kesiswaan. Juga seluruh warga SMAN 1 Sumenep, baik guru, TAS, Komite Sekolah dan wali murid, atas dukungannya terhadap program-program SMAN 1 Sumenep”, ungkap Drs. Sukarman.

“Harapan saya, protokol COVID-19 terus diterapkan dan ditegakkan sepanjang pelaksanaannya.”, pungkasnya mengakhiri sambutannya.

Pandemi COVID-19 memang menisbikan masa liburan sekolah, namun PORASMANSA berupaya menjadikannya tetap nyata. Semoga pelaksanaannya berlangsung lancar dan baik tanpa kendala yang berarti, sehingga dapat mencapai tujuannya. Yaitu sebagai tempat rekreasi yang baik di tengah anjuran untuk tetap #dirumahsaja selama liburan sekolah.

Leave a Comment