Pandemi COVID-19 telah meruntuhkan berbagai mata rantai kehidupan sosial di dunia, termasuk juga dunia pendidikan di negeri ini. Nyaris setahun penuh COVID-19 telah memutus interaksi sosial antara guru dan peserta didik sejak kasus pertamanya di bulan Maret dicatatkan di Indonesia. Tentu semua pihak berharap pandemi ini segera berakhir sehingga proses pembelajaran di sekolah dapat dilakukan dengan pertemuan tatap muka sebagai mana mestinya.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Di tahun pelajaran 2020/2021, paruh kedua semester ganjil, dengan izin pemerintah daerah Kabupaten Sumenep dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep, SMAN 1 Sumenep menjadi sekolah percobaan untuk menggelar pembelajaran secara konvensional dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat dengan pengawasan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kabupaten Sumenep. Namun, kuota peserta didik dipersyaratkan 25% hingga 50% dari jumlah kelas setiap rombel. Meski demikian, hal ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep kala itu. Semua pihak berharap keadaan semakin membaik sehingga pembelajaran di sekolah dapat dilakukan secara penuh.

Segala doa dan upaya tinggallah harapan sebab Allah SWT jualah yang menentukan. Kasus COVID-19 di Sumenep dan di Indonesia secara umum mengalami peningkatan, sehingga Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjilpun harus dilakukan secara daring. Sekali lagi, semua insan pendidikan hanya bisa berharap pada akhir tahun 2020 pandemi ini segera berlalu sehingga semua peserta didik dapat kembali lagi ke sekolah di tahun baru 2021, di mana mereka akan memasuki semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Namun sekali lagi, itulah harapannya.

Dua minggu pertama pembelajaran semester genap, izin untuk menggelar pembelajaran tatap muka tak kunjung turun dari instansi terkait. Di minggu ketiga, sesuatu yang diharapkan itu terjadi. SMAN 1 Sumenep mendapat persetujuan untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dari Kepala Cabang DISDINDIK Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep.

Rapat internal pun digelar oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah SMAN 1 Sumenep untuk mempersiapkan segala sesuatu yang perlu dilakukan menjelang pelaksanaan pembelajaran konvensional itu. Komite Sekolah SMAN 1 Sumenep mengusulkan dalam rapat tersebut untuk menggelar istighosah bersama, di samping pula, tentu protokol kesehatan COVID-19 yang ketat. Istighosah dimaksudkan sebagai ikhtiar keselamatan yang perlu dilakukan di samping protokol kesehatan. Bukankah usaha tanpa doa akan sia-sia? Kira-kira demikianlah pijakan berpikirnya.

Gagasan itu disambut baik oleh kepala sekolah dan dewan guru SMAN 1 Sumenep, sehingga kegiatan ini harus segera diagendakan sebelum pembelajaran tatap muka digelar.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Senin, 25 Januari 2021, Istighosahpun digelar bersama peserta didik. Kegiatan ini dikomandoi oleh Wa.Ka. Bidang Kesiswaan, yaitu Drs. Moh Hasan, M.Si. Untuk membatasi jumlah peserta istighosah, maka kegiatan ini diwakili oleh sebagian guru dan peserta didik. Peserta istighosah dari kalangan guru diwakili oleh Kepala Sekolah, Wa.Ka. Bid. Kesiswaan, Assisten Kesiswaan, Guru Mapel PAI, dan Dewan Pembina OSIS/MPK. Sedangkan peserta di kalangan peserta didik diwakili oleh Pengurus Kelas dan Remaja Mushalla (REMUSH).

Kegiatan yang dilaksanakan di mushalla SMAN 1 Sumenep ini dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah dan surat-surat pendek Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Darwis Sutejo dan Ustadz Moh. Imam. Setelah itu dilanjutkan dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Zainul Fatah. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 – 10.00 WIB ini berlangsung cukup khusuk dan hikmad.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Sukarman, dalam sambutannya mengatakan, “Istighosah ini dilakukan untuk memohon pertolongan, perlindungan, keselamatan dari bencana wabah COVID-19. Kita berharap kegiatan pembelajaran tatap muka yang Insya Allah akan kita laksanakan besok, Selasa, 26 Januari 2021 diberikan kelancaran tanpa halangan apapun. Apalagi sampai muncul kluster baru. Kita tak berharap itu. Istighosah ini juga kita tujukan kepada anak-anak kelas XII yang sebentar lagi akan mendaftar kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) supaya diberi kelancaran sehingga dapat diterima di kampus impiannya.”

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Beliau menambahkan, “Tentu semua agenda pembelajaran tatap muka ini akan berjalan baik dan lancar dengan dukungan penuh dari kalian (para peserta didik), dewan guru, tenaga administrasi, dan terutama dari orang tua (wali siswa) kalian masing-masing.”

Kita tentu berharap semuanya akan berjalan baik dan lancar tanpa kendala yang berarti. Selamat berjumpa kembali di kelas, anak-anak. Bismillah.

Leave a Comment