Budaya tradisi dapat dikelompokkan menjadi budaya nonbenda dan artefak/objek budaya. Budaya nonbenda di antaranya pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat. Sedangkan artefak/objek budaya diantaranya pakaian daerah, wadah tradisional, senjata dan rumah adat. Dari beberapa peninggalan tersebut banyak memberikan inspirasi atau gagasan untuk mengembangkan budaya setempat dan berkarya dalam bidang wirausaha. Salah satu cara bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dilakukan dengan melestarikan kerajinan-kerajinan tradisional. Hal tersebut direalisasikan dengan melakukan pengembangan di bidang teknologi berupa desain grafis agar diselaraskan dengan perkembangan zaman namun tetap mencirikan bentuk tradisi.

Dok. Humas Smansa

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin dengan bantuan komputer. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis juga didefinisikan sebagai salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan.

Oleh karena itu, bapak Januar Anton Firmansyah, S.Pd selaku pengampu matapelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) kelas 10 SMA pada tanggal 21-22 November 2020 mengadakan pelatihan desain grafis yang outputnya berupa Gantungan Kunci, Masker, dan Mug Custom. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Sumenep mengingat ketersediaan alat cukup lengkap. Dengan didampingi oleh instruktur yang berpengalaman, siswa/i SMAN 1 Sumenep tampak antusias mengikuti rangkaian pelatihan.

Dok. Humas Smansa

Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, di awal semester ganjil TP 2020-2021 masing-masing kelas dibagi menjadi 5-6 Kelompok. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk merancang dan mendesain ide-ide mereka yang nantinya akan diaplikasikan pada gantungan kunci, masker, dan mug custom. Pada proses pembuatan masker, siswa membuat sketsa tipografi dengan inspirasi non benda pada kertas A4, kemudian hasil sketsa tipografi di scan dan di save dalam format jpg, mengedit sketsa tipografi dan mengatur ukuran sesuai masker menggunakan aplikasi coreldraw, mencetak hasil desain di coreldraw dengan menggunakan mesin cutting Rhinotec RC 60 atau 130, mengatur polyflex pada mesin cutting dan jangan lupa desain di mirror terlebih dahulu, membersihkan lembar polyflex yang telah melalui proses cutting, mem-press lembar polyflex yang sudah dibersihkan pada masker dengan menggunakan mesin heat press, sesudah pengerjaan pressing selesai, diamkan hasil sablon sampai suhunya menurun supaya lembaran polyflex merekat pada kaos. Sesudah itu lepaskan masking pada polyflex.

Untuk pembuatan pin custom siswa menggunakan foto pribadi yang akan diedit dengan aplikasi photo lab, lalu di save dalam format jpg. Mengedit foto dan mengatur ukuran sesuai diameter pin menggunakan aplikasi coreldraw lalu cetak pada kertas. Memasang bahan seng pada moulding A, kemudian memasang kertas yang telah memiliki desain untuk pin button kedalam moulding A, Lalu memasang mika diatas kertas desain pin, menggeser rel hingga moulding tepat dibawah handle, press moulding yang berisi pin, desain, dan mika dengan menekan handle ke bawah hingga kuat, memasang pin button ke bagian moulding B dengan posisi bagian dalam jarum pin mengarah ke atas,  menggeser rel dan press kembali dengan kuat dan pin bisa langsung di ambil dari moulding

Dok. Humas Smansa

Pada pembuatan Mug custom siswa mencari file foto Guru dan TAS yang akan dijadikan objek dalam Mug. mengedit foto dan atur ukuran sesuai diameter mug menggunakan aplikasi coreldraw lalu cetak pada kertas. Tempelkan kertas injek yang sudah dprint mirror dengan menggunakan tinta sublim. Print di bagian kertas yang halus. Untuk mengetahuinya bisa cek dengan cara di raba. Posisi menempel harus proporsional, cek kiri kanan dan atas bawah. Kertas jangan terlalu ke atas/bawah, juga jangan terlalu kanan/kiri. Setelah posisi sudah proporsional, bisa langsung tempelkan sisi kanan kiri kertas injek (dekat gagang mug) dengan menggunakan label tom&jerry. Jangan menggunakan isolatip karena bisa meleleh pada waktu dimasukkan ke mesin press. Masukkan mug ke mesin press, hati-hati pada waktu menarik handle untuk meng-press mug, jangan terllau kencang karena bisa membuat mug menjadi pecah, jangan juga terlalu longgar karena hasil cetakan menjadi tidak bagus. Tekan tombol power untuk menyalakan mesin. Setting suhu pada 235. Tunggu sampai mesin terdengar suara bip dua kali kemudian tekan tombol paling kanan. Setelah itu tunggu lagi sampai mesin terdengan suara bunyi bip panjang, kemudian matikan mesin. Keluarkan mug dari mesin press kemudian lepaskan kertas injek dari mugnya dan hasil cetakan sudah bisa dilihat.

Dari hasil pelatihan desain grafis ini semoga memberikan pengalaman yang luar biasa bagi siswa/i kelas 10 SMA di SMAN 1 Sumenep karena secara langsung dan tidak langsung mereka menjadi lebih mengenal kebudayaan madura khususnya sumenep. Selain itu, pelatihan ini dapat menanamkan semangat berkolaborasi dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kami sangat yakin bahwa pelatihan kewirausahaan ini akan maju terus dan berkembang karena menghasilkan produk yang inspirasinya diambil dari kekayaan budaya lokal serta mencetak siswa yang memiliki jiwa entrepreneur yang tangguh.

Hasil Dari Pelatihan

  • Hasil Pelatihan
    No Hasil Dokumentasi
    1 Hasil MUG  

     

    2 Hasil PIN  

     

    3 Hasil Masker  

     

  • Leave a Comment