Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,

Laailaha illahu Allahu Akbar,

Allahu Akbar Walillahil Hamdu…

Di masa pandemi ini, setiap kita adalah Ibrahim. Ibrahim memiliki “Ismail”. Ismailmu mungkin gelarmu. Ismailmu mungkin jabatanmu . Ismailmu mungkin hartamu. Ismailmu mungkin logikamu. Ismailmu mungkin kebenaramu sendiri. Ismailmu mungkin egomu! Ismailmu adalah sesuatu yang kau sayangi dan kau pertahankan di dunia ini. Nabi Ibrahim As tidak diperintah Allah SWT untuk membunuh Ismail. Nabi Ibrahim As hanya diminta Allah SWT untuk membunuh rasa ‘kepemilikan’nya terhadap Ismail, karena hakikatnya semua milik Allah SWT.

Di masa pandemi ini, siapa Ismailmu? Di masa PPKM ini, apa yang paling kau anggap milikmu?

Tanggal 10 Dzulhijjah adalah momentum kita untuk berkurban dan belajar mengikhlaskan sebagai cara mengintrospeksi diri kita masing-masing. Jika sebelum pandemi dulu kita sering berkelakar, “Tetangga kurban kambing dan sapi. Aku? Kurban perasaan!” Ya, di hari ini ungkapan ‘kurban perasan’ itu mungkin tepat. Jika itu adalah pikiran, perasaan, dan semua ego yang dirasa paling kau miliki di masa PPKM ini.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Dalam rukun haji, kegiatan introspeksi diri ini diimplementasikan dengan kegiatan wukuf di Arafah. Mereka menggunakan pakaian serba putih tanpa jahitan sebagai simbol kesamaan dan kesetaraan dalam mendekatakan diri kepada Allah SWT sambil membacakan kalimat talbiyah.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Sementara kita di sini, masih sibuk memperdebatkan PPKM, vaksin, konspirasi dan seterusnya, hingga kita lupa ini hari raya Idul Adha. Tellasân Ajjhi, kata orang Madura. Kita lupa jika hari ini adalah momentum yang baik untuk saling mengingatkan bahwa semua kita sayangi dan kita anggap milik kita pada hakikatnya milik Allah SWT.

Maka, untuk memberikan pembelajaran dan pemahaman tentang Idul Adha, SMA Negeri 1 Sumenep menginisiasi kegiatan kurban bersama para peserta didiknya. Kegiatan  yang dipioneri oleh OSIS SMAN 1 Sumenep periode 2020/2021 ini dimulai dari pengumpulan dana partisipasi dari peserta didik secara sukarela tanpa adanya batasan. Hasil dari pengumpulan donasi tersebut kemudian dibelikan hewan kurban.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

“Alhamdulillah, dana partisipasi sukarela yang terkumpul sebesar 30 juta rupiah.” Kata Raden, ketua pelaksana kegiatan kurban ini. Ia menambahkan bahwa dari hasil pengumpulan dana sukarela tersebut, cukup untuk membeli 3 ekor sapi sebagai hewan kurban.

“Pada tahun ini, alhamdulillah dari 3 ekor sapi itu kami dapat mendistribusikan 250-an lebih paket daging kurban ke masyarakat kurang mampu dan warga sekitar sekolah”, ungkap bapak Drs. Moh. Hasan, M.Si, Wa.Ka. Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sumenep.

Dok. Humas SMANSA Sumenep

Di samping sebagai momentum untuk saling berbagi antar sesama, pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan kurban ini menurut bapak Achmad Darwis, pembina OSIS Bidang Keimanan dan Ketaqwaan, adalah untuk melatih anak OSIS dalam pelaksanaan ibadah kurban dan memupuk empati sosial para peserta didik di SMAN 1 Sumenep.

Kepala Sekolah, Bapak Drs. Sukarman, secara khusus berterimakasih kepada para wali siswa yang mau berpartisipasi dalam kegiatan ini. Karena menurutnya, tanpa partisipasi dari wali siswa kegiatan ini tidak akan berjalan dengan baik. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada pembina dan pengurus OSIS Periode 2020/2021 yang telah melaksanakan program ini sebaik-baiknya. “Mudah-mudahan tahun depan dapat terjaga kualitas kegiatannya bahkan bisa ditingkatkan lagi,” tambahnya.

Leave a Comment