Penulis: Syafiudin Syarif, S.Pd

SMAN 1 Sumenep melaksanakan PTM terbatas mulai hari Senin tanggal 30 Agustus 2021. PTM ini merupakan gelaran tatap muka perdana tahun ajaran 2021/2022. Sebelumnya, layanan pendidikan tahun ajaran 2021/2022  dilakukan model PJJ atau online. Siswa mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing dipandu oleh guru secara online melalui aplikasi yang telah disepakati. Wakakurikulum H. Junaidi menyampaikan bahwa penyelenggaraan PTM terbatas ini dilandasi oleh SKB Tiga Menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Menristekdikti. Kemudian diperkuat oleh SE Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tentang perizinan penyelenggaraan PTM Terbatas di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Sejalan dengan Kadisdik Provinsi Jatim, Kacabdin Provinsi Jatim Wilayah Kabupaten Sumenep juga telah mengeluarkan SE bagi semua kepala SMA/ SMK/ PK-PKLK yang isinya sama, yaitu izin penyelenggaraan PTM Terbatas di wilayah Kabupaten Sumenep.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Gayung bersambut, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep menindak lanjuti dengan mengeluarkan SE kepada seluruh orang tua peserta didik yang berisi pemberitahuan dimulainya penyelenggaraan PTM terbatas di SMAN 1 Sumenep. Dalam SE tersebut disebutkan bahwa peserta didik harus mendapat izin orang tua, peserta didik dalam keadaan sehat, mematuhi protokol kesehatan dan membawa bekal sendiri dari rumah. Teknis pelaksanaan PTM Terbatas di SMAN Sumenep dibagi atas dua sesi, yaitu sesi I dan sesi II. Sesi I dimulai mulai dari pukul 07:15 sd. 09:45 WIB. Sedang sesi II berlangsung dari pukul 10:15 sd. 13: 00 WIB.  Selama enam hari kerja dari hari Senin hingga Jumat kecuali hari Jumat ada sedikit perbedaan. Akumulasi jumlah jam pelajaran setiap hari selama  PTM Terbatas adalah enam (6) Jam Pelajaran (JP). Satu JP berlangsung selama 25 menit. Setiap hari PTM Terbatas berlangsung selama kurang lebih tiga (3) jam waktu normal. Sedangkan penentuan Sesi I dan Sesi II berdasarkan nomer urut absen.  Yakni, nomer urut absen mulai 1 sampai absen 18 sesi I, sedang nomer urut absen mulai 19 hingga absen 36 Sesi II.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Penyelenggaraan PTM Terbatas di SMAN 1 Sumenep diselenggarakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat. Mulai dari masuk pintu gerbang, seluruh peserta didik disambut oleh beberapa guru Tim Ketertiban (Tatib) dengan menyemprotkan handsanityser pada kedua tangan masing-masing peserta didik. Tim Tatib menasyikan bahwa hanya peserta didik yang menggunakan masker yang boleh masuk lingkungan sekolah. Di dalam ruang kelas, seluruh siswa duduk dengan menjaga jarak. Masing-masinb siswa duduk secara terpisah dengan jarak satu hingga satu setengah meter. Setiap kelas diberi satu unit handsanityser. Juga  masing-masing ruang kelas lengkapi dengan satu unit tempat cuci tangan. Dan sebelum PTM Terbatas berlangsung seluruh ruang kelas, khususnya meja dan kursi untuk guru dan peseta didik terlebih dahulu disemprot dengan disinfektan. Seluruh kantin tutup, siswa membawa bekal dari rumah masing-masing.

Junaidi menambahkan bahwa inisiatif penyelenggaraan PTM Terbatas ini sebagai upaya menghindari terjadi lose learning (ketiadaan pembelajaran) khususnya bagi peserta didik di SMAN 1 Sumenep. Karena menurutnya, lose learning betul dirasakan setelah dilakuan evaluasi dari kegiatan pembelajaran model PJJ atau daring. Dimana hasil evaluasi belajar yang dilakukan menunjukkan bahwa pemahaman dan daya serap peaeta didik sangatlah rendah. Namun hal ini dapat dimaklumi, sebab pembelajaran model PJJ sangatlah terbatas dan tidak maksimal dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik. Saat ditanya tentang tingkat partisipasi siswa dalam PTM Terbatas guru Matematika yang berkali-kali menjabat Wakakur menyampaikan bahwa sebesar 90% persen lebih siswa mengikuti PTM Terbatas pada hari pertama. Sedangkan 10% tidak ikut PTM Terbatas dengan alasan sakit dan ada yang sedang menjalani isolasi mandiri. “Peserta didik yang tidak masuk pada hari ini disebabkan sakit, bukan sebab  memilih model PJJ. Sejauh ini tidak ada orang tua yang menolak PTM kemudian memilih dan mengajukan PJJ” ungkap H. Junaidi.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Berkaitan dengan durasi atau waktu akhir  penyelenggaraan PTM Terbatas, sosok  Wakakur pekerja keras dan berdedikasi ini  menjawab, “SMAN 1 Sumenep mematuhi  petunjuk dan arahan dari pemerintah khususnya instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur”. Di tempat terpisah, Sukarman selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep menyambut baik terhadap pelaksanaan PTM Terbatas di SMAN 1 Sumenep. ” Saya senang dan bangga sebab pemerintah telah mengizinkan penyelenggaran pembelajaran di tingkat SMA/SMK dan PK-PKLK walaupun model PTM Terbatas” ujarnya. Beliau menambahkan agar seluruh guru dan peserta didik agar tetap waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan demi keamanan dan keselamatan bersama. Ketika ditanya tentang harapannya dari penyelenggaraan PTM Terbatas, Kepala Sekolah yang selalu tampil keren dan nicis ini menjawab, semoga penyelenggaraan PTM Terbatas ini berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun termasuk tidak adanya kasus guru atau peserta didik terpapar yang mengakibatkan sekolah akan ditutup. Sehingga PTM Terbatas tetap berlangsung sesuai yang diharapkan. “Sukur-sukur nantinya wilayah Sumenep turun levelnya dari level 3 menjadi level 2”. Demikian harap Sukarman.

Leave a Comment