Di tengah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA Negeri 1 Sumenep, berhembus udara gerah nan serak. Salah satu guru senior menyelesaikan tugas pengabdian atau purna tugas. Melepaskan baju dinas, serta meninggalkan rutinitas menyapa dan menghibur anak-anak dalam kegiatan pembelajaran di ruang kelas sekolah.

Bapak Winarsito, biasa dipanggil dengan sebutan Pak Win secara resmi purna tugas atau pensiun dari profesi pendidik atau guru. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa pengabdian dan dedikasinya pada institusi, SMA Negeri 1 Sumenep menggelar acara Pisah Kenang. Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis 30 September 2021 bertempat di Aula Said Abdullah SMA Negeri 1 Sumenep.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Bapak Win merupakan sosok guru senior di SMA Negeri 1 Sumenep. Lelaki kelahiran kabupaten Banyuwangi dalam kesehariannya tampil sederhana serta jarang bicara jika tidak diperlukan. Supel dan ramah sehingga disukai oleh semua orang dan banyak teman.

Dalam sambutan perpisahannya ia langsung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru di SMA Negeri 1 Sumenep selama bersama dan bekerja. “Bapak ibu guru mohon maaf, mungkin selama kita berkumpul ada salah atau khilaf dari saya” ungkapnya. Kemudian beliau menceritakan perjalanan karier menjadi guru awal penempatan pertama di pulau Kalimantan dimana kehidupannya dengan tantangan. Empat tahun bertugas di Kalimantan, akhirnya beliau mengajukan mutasi atau pindah tempat tugas. Nasib baik berpihak pada beliau sehingga bisa pindah tempat tugas ke Madura tepatnya di SMA Negeri 1 Sumenep.

Rekam jejak karier beliau dimulai pada tahun 1986 dengan mengajar di SMA Negeri Tangkuh Kec. Pandai Batu Kab. Kuala Kapuas Kalimantan Tengah. Selama empat tahun dia berkarier di sana. Kemudian pada tahun 1990 dia mutasi ke Sumenep tepatnya di SMA Negeri 1 Sumenep yang saat itu dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Rifa’i. Kurang lebih selama tiga puluh (31) tahun ia mengabdikan diri. Pada tahun 2021 dia mengakhiri pengabdian dengan gemilang di SMA Negeri 1 Sumenep.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Saat ini hari-harinya disibukkan dengan aktivitas bertani. Menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah yang dimilikinya. Selain bertani, ia isi hidupnya dengan banyak mendekat pada Allah swt dengan ibadah dan shalat jamaah di masjid.

Mewakili teman- teman guru Wakakur SMA Negeri 1 Sumenep H.Junaidi M.Pd. tampil memberikan sambutan berisi kesan dan pesan terhadap Bapak Win. Guru Matematika enerjik dan visioner ini memberikan sambutan tentang sosok Pak Win. Baginya, Pak Win adalah sosok yang awet muda yang tergambar dari wajah dan kemampuan mobilitasnya. Sebab ia tidak pernah marah, baik pada teman guru atau pada peserta didik. Selain itu, sosok Pak Win merupakan pribadi yang selalu tampil sederhana baik dalam perilaku dan kata-katanya. Serta tidak pernah mengeluh terhadap tugas yang diberikan. “Semua pekerjaan ia selesaikan tepat waktu sekalipun ia terbatas dalam kemampuan teknologi. Guru – guru kiranya pantas meneladani sosok beliau” ujar Haji Junaidi.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Drs. Sukarman dalam sambutannya selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sumenep menyampaikan kesan terkait sosok Pak Win. Pak Karman biasa disapa, mengakui bahwa Pak Win merupakan sosok sederhana dan rendah hati. Walaupun tidak dalam waktu lama bersama, dalam kebersamaan yang sekejap beliau menemukan kesederhanaan dan sikap rendah hati dalam diri Pak Winarsito.

Di akhir acara setelah pembacaan doa, dilakukan penyerahan cinderamata dari beberapa unsur sekolah. Diantaranya rekan guru, Tata Administrasi Sekolah juga Darma Wanita serta dari sekolah. Cinderamata Darma Wanita diserahkan oleh Ibu Hafidatun selaku Ketua Darma Wanita, sedang cindera mata dari sekolah diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah Bapak Sukarman.

Terimakasih Pak Win. Semoga kita semua tetap dikarunia panjang umur, tetap sehat dan tekun dalam menjalankan tugas. Serta bertambah pengabdian dan ketaqwaan kita pada Allah SWT.

Leave a Comment