Jika teman-teman sebayanya asik nongkrong, jalan-jalan dan makan bareng, dia selalu berada di rumah sibuk merekap order-an yang masuk ke nomer WA pribadinya. Itulah keseharian satu siswi SMAN 1 Sumenep yang saat ini duduk di bangku kelas X MIPA 3.

Dara dengan nama lengkap Siti Fatimah merupakan siswiprenuer di SMAN 1 Sumenep. Teman-temannya menyebut dia dengan nama panggilan Fatim. Sepintas dia sama dengan siswa-siswi lainnya, sehari-hari datang ke sekolah, belajar di ruang kelas, dan mengerjakan tugas yang diberikan guru di kelas. Di rumah juga banyak mengerjakan tugas rumah atau PR yang diberikan oleh pengajar.

Bedanya, siswi ini berani keluar dari rutinitas harian sebagai pelajar. Kalau siswa-siswi lain hanya melaksanakan rutinitasnya dengan  belajar, datang ke sekolah sebelum pukul tujuh, terus belajar sampai pukul setengah satu siang (selama pandemi). Lalu pulang ke rumah, istirahat dengan tidur, kemudian bangun dan sibuk menyelesaikan PR. Keseharian Fatim lebih dari itu, selain sibuk dengan kegiatan sekolah, hari-harinya ditambah sibuk dengan kegiatan wirausaha berupa bisnis online.

Anak dari pasangan Bapak Rasul dan Ibu Marliani ini memulai bisnis onlinenya dari keisengan dengan seorang teman di SMP. Ceritanya, awalnya dia tertarik dengan temannya yang menjual casing hp secara online. Dia membeli satu unit casing hp dari temannya itu. Lalu dia iseng-iseng  mencoba mendownload aplikasi shopee. Lihat-lihat barang yang ditawarkan, kemudian mencoba menawarkan barang-barang yang dijual di aplikasi ke orang-orang yang ada di group WA. Awalnya yang beli hanya dua orang, kemudian di hari berikutnya semakin banyak.

Gambar Logo Shopee
Gambar Logo Shopee

Saat awal merintis bisnis itu, dia mendapat order-an sebanyak seratus unit casing hp. Dua minggu kemudian, dia menemui satu teman SMPnya dan mengajak untuk  menjadi reseller. Secara perlahan banyak teman yang mengikuti bisnis dan bergabung dengan dia dengan menjadi reseller dari produk yang dia tawarkan.

Setelah sukses mengawali bisnis online dengan menjual casing hp, anak perempuan dari seorang Kepala SDN Manding 1 Sumenep itu mulai menawarkan produk lain seperti kutek, tas, kaos, dompet, kaca mata, aksesoris, dan tentunya masih casing hp. Semua barang itu tidak dibelinya terlebih dahulu, tetapi dia hanya memposting barang yang ditawarkan di situs belanja shopee yang kemudian ia tawarkan melalui WA. Jika ada yang tertarik dan minat untuk membeli, maka dia order barang tersebut melalui aplikasi belanja shopee.

Ilustrasi Casing HP
Ilustrasi Casing HP

Anak perempuan dari ibu yang memiliki usaha peternakan ayam petelur ini memulai bisnis online saat ini berada di bangku kelas VII SMP. Menjadi seorang interprenuer awalnya dengan memanfaatkan aplikasi WA, kemudian mulai menggunakan aplikasi Instagram. Dengan dua aplikasi online itulah dia menjalankan bisnis. Memposting barang-barang yang dijual online dari situs jual beli shopee. Kemudian dia menerima order-an melalui WA pribadinya.

Pukul tujuh pagi dia mulai memposting barang-barang di WA dan IG. Kemudian, siang waktu pulang sekolah, dia posting lagi  dengan produk yang sama. Dua kali sehari dia posting barang untuk ditawarkan. Selanjutnya, di hari itu, tepat pukul sembilan malam dia close order (tutup order). Terkadang jika order-an tinggi, maka dia terpaksa harus close order lebih cepat, yakni pukul 12 siang. Hal ini harus dilakukan agar dia tidak kewalahan menerima order-an.

Saat ditanya bagaimana dia mengatur bisnis online dengan kegiatan sekolah? Gadis lincah ini menjelaskan bahwa waktu pagi dia manfaatkan untuk posting barang di medsos WA dan Instagram. Waktu sore pulang sekolah dia cash on delivery (COD) ke pemesan dengan diantar sendiri ke alamat pembeli dalam kota. Jika pembeli di luar kota, dia menggunakan jasa antar barang dengan menambahkan biaya ongkos kirim kepada pembeli. Waktu pagi sampai siang dia manfaatkan untuk belajar. Sore dia antar  barang. Waktu malam dia manfaatkan untuk belajar. Setelah itu, dia menjalankan bisnisnya dengan merekap order-an hingga sampai pukul sebelas malam.

Terhadap sikap interprenuer yang dimiliki, kedua orangtuanya sangat bangga. Setiap hari raya Iedul Fitri, Fatim bisa membelikan baju untuk kedua orangtuanya. Walaupun terkadang kedua orang tuanya kesal sebab istirahat siangnya sering diganggu oleh orang yang mengucap “Assalamualaikum” dan pukul-pukul pintu pagar yang terbuat dari besi  untuk mengambil barang order-an.

Ilustrasi Casing HP I-Phone
Ilustrasi Casing HP I-Phone

Dengan wirausaha bisnis online-nya, salah satu siswiprenuer ini sangat bangga dan senang. Sebab dia bisa mencukupi kebutuhan pribadi sehari-hari tanpa harus minta pada orang tua. Seperti membeli baju, membeli buku, dan membayar kebutuhan sekolah, biaya jajan dan membeli barang kebutuhan lainnya. Dan yang sangat ia banggakan, dari hasil bisnis online yang dirintis sejak kelas VII SMP, dia bisa membeli ponsel i-phone dari tabungan pribadi hasil usahanya tanpa sepeserpun uang bantuan dari orang tua. HP eksklusif berlogo buah apel dengan sedikit luka gigitan itu bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk kebutuhan menjalankan bisnisnya.

Pemilik akun ig @acik.fatim dengan 1.741 pengikut ini menyebutkan bahwa setiap bulan dia mendapatkan untung bersih sebesar dua juta. Saat ini dia memiliki omset sekitar 30 juta. Omset itu sebagian modal usaha bisnis dan sebagian disimpan sebagai tabungan untuk berjaga-jaga khawatir ada kebutuhan mendadak atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sekaligus sebagai modal cadangan bisnis. Omset itu murni dari hasil usaha yang dia rintis dari nol semenjak di bangku SMP. Sebuah usaha bisnis tanpa bantuan modal dari siapapun termasuk kedua orang tua ataupun saudara apalagi dari lembaga keuangan semisal bank.

Namun, Fatim tetaplah anak seumuran SMA. Terkadang dalam dirinya ada rasa ingin lepas dari rutinitas harian dengan sibuk melayani COD. Dia ingin seperti anak SMA seusianya yang bisa jalan-jalan bareng, nongkrong di kafe atau warung, menikmati makan dan minum sambil eksis di medsos. Dia  ingin sekali mendapatkan uang saku dari orang tua yang sudah tidak pernah dia rasakan semenjak menjalankan bisnis online. Akan tetapi, rasa seperti itu segera ia buang mengingat kesibukan yang dia lakukan merupakan hal positif yang sangat bermanfaat bagi dirinya untuk saat ini dan pada masa yang akan datang.

Gadis asal Desa Marengan Laok Kecamatan Kalianget Sumenep ini merupakan sosok siswiprenuer. Dia sukses menjalan dua peran dalam waktu yang sama. Bisa mengikuti kegiatan sekolah dengan baik tanpa satupun catatan pelanggaran, baik kategori ringan, sedang atau berat. Sekaligus dia sukses menjalankan peran sebagai wirausahawati muda belia dengan bisnis online. Kepada teman-temannya, gadis enerjik dan periang ini  berpesan agar jangan menyia-nyiakan waktu di usia muda. Sebab usia muda akan menentukan terhadap kesuksesan di masa depan [Syafiuddin Syarif].

Leave a Comment