Kamis, 27 Januari 2022 pukul 9.15 WIB rombongan Tim Pengembang SMA Negeri Sumenep tiba di Halaman SMA Negeri 5 Surabaya. Tujuan Guru-guru dan Kepala SMA Negeri 1 Sumenep ini adalah untuk menggali ilmu dan kiat-kiat kesuksesan Smalabaya (julukan SMAN 5 Surabaya). Selama ini, Smalabaya dikenal sebagai sekolah favorit dan berprestasi di Surabaya. Bahkan nama Smalabaya terkenal di tingkat Jawa Timur dan Nasional. Ini tak lepas dari berbagai prestasi yg di raih oleh Smalabaya. Baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik. Smalabaya selalu menjadi langganan juara di Ajang Olimpiade Sains Nasional ,LKIR LIPI(Sekarang dilebur dalam BRIN), maupun KOPSI yang diadakan oleh Kemendikbud.Terbaru, Smalabaya menjadi juara umum SMA Awards yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Jawa Pos.

Dok. Humas SMANSA


Kedatangan Tim Pengembang Smansa Sumenep disambut dengan ramah dan terbuka oleh kepala beserta segenap jajaran wakasek dan koordinator Tim Pengembang Smalabaya. Ibu Hj. Sri Widiati S. Pd. M. M., selalu Kepala SMA Negeri 5 Surabaya mengatakan sangat senang dengan kedatangan para tamu dari Sumenep ini. Apalagi untuk membagi pengalaman dan ilmu. “Jadi kurang tepat kalau dibilang Studi Banding atau Study Tiru. Smala juga perlu belajar pengalaman-pengalaman baru dari Smansa karena setiap sekolah pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing”, tutur beliau. Dalam sambutan balasan, Kepala SMA Negeri 1 Sumenep drs. Sukarman mengatakan sangat berterima kasih dengan penyambutan yang ramah dari kepala sekolah dan segenap jajaran Tim Pengembang SMA Negeri 5 Surabaya. ” Kami perlu belajar banyak hal tentang pengelolaan sekolah, sistem SKS, Kekurikuluman, kesiswaan, kehumasan, dan juga pengembangan Literasi Sekolah. Selain itu kami juga penasaran, apa resepnya sehingga SMA Negeri 5 Surabaya selalu bisa menjaga mutu dan kualitas sebagai sekolah yang setiap tahunnya selalu juara Olimpiade Sains Nasional, Riset, dan ajang non-akademik lainnya. Sebagai sekolah yang 3 tahun lalu sudah mengikrarkan diri sebagai Sekolah Riset, kami ingin sekali menimba ilmu dan pengalaman dari Smala. Sehingga Smansa juga bisa menjuarai berbagai kejuaraan OSN maupun riset. Baik tingkat nasional bahkan sampai internasional. Tahun lalu kami juga berhasil meraih medali perak dalam sebuah lomba KTI di Brasil. Selain itu, tahun lalu Smansa juga berhasil masuk final LKIR LIPI dan KOPSI. Mudah-mudahan tahun ini dan tahun-tahun mendatang kami berhasil meraih juara”, tukas Pak Karman, panggilan akrab kepala. SMAN 1 Sumenep

Dok. Humas SMANSA

Damari, M. Pd. Selaku Waka Kurikulum Smalabaya mengatakan bahwa keberhasilan pembelajaran di Smalabaya tidak lepas dari kerjasama yang baik antara kepala sekolah, guru, para wakasek dan staf serta komite sekolah. “Jadi, setiap program dan kebijakan yang akan kami lakukan kami kaji dulu. Dirapatkan dengan dewan guru dan komite. Setelah disetujui baru kami undang wali siswa untuk memaparkan program atau kebijakan tersebut. Orang tua harus tahu dan paham agar semua program kita bisa dilaksanakan dengan baik. Misalnya tentang SKS. Kami paparkan dulu apa itu SKS dan konsekuensinya pada siswa. Bahwa nantinya akan ada kelompok belajar cepat, lambat, atau yang reguler. Setiap perkembangan dari masing-masing kelompok itu dipantau dan selalu diberi pendampingan oleh guru. Hasilnya diberitahukan kepada wali siswa sehingga setiap wali mengerti terhadap kondisi putera-puterinya”. Tukas pria yang sudah banyak menulis buku pembelajaran Fisika itu. “Selain itu kami juga terus mencoba meningkatkan kualitas guru sehingga pembelajaran berlangsung Optimal. Review kurikulum kami lakukan secara serius. Pembuatan RPP bahkan dipantau langsung oleh kepala sekolah. Tim pengembang benar-benar melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai sebagai pengendali mutu sekolah sehingga setiap target, program, dan kebijakan bisa tercapai dengan baik”, tambahnya.

Dok. Humas SMANSA

Senada dengan Pak Damari, Waka Kesiswaan Smalabaya Mokhammad Imron, S. Pd. juga menekankan pentingnya kerjasama antarlini untuk menyukseskan program sekaligus juga meraih prestasi. “Smalabaya berhasil meraih banyak prestasi juga karena dukungan langsung dari orang tua yang bahkan mereka menjadi donatur sekolah. Kita tahu bahwa biaya penetian dan mengikuti berbagai lomba di setiap tingkat itu tidak sedikit. Proses pendampingan, Kemudian mendatangkan dosen-dosen untuk membimbing anak-anak kita berlomba juga bukan hal yang mudah dan murah. Maka dari itu kami beserta komite mengadakan pertemuan dengan wali siswa. Kami jelaskan tentang lomba-lomba dan berbagai konsekuensinya mulai dari proses sampai pada hasil yang nantinya akan didapat. Alhamdulillah wali siswa merespon dan bersemangat. Sehingga ada yang menjadi donatur sehingga kami mendapatkan hasil yang maksimal dalam lomba-lomba itu. Tahun 2021 kemarin ada sekira 80 lomba yang anak-anak juarai. Bahkan Olimpiade Sains Nasional hingga LKIR LIPI pun kami raih. Ini luar biasa sekali. Belum lagi setiap tahunnya siswa kami selalu diterima di berbagai PTN favorit seperti ITB, UI, UGM, ITS, Unair dan sebagainya Baik Jalur SNMPTN, UTBK, atau bahkan mandiri. Kami juga menjajagi kerjasama dengan PTN lain seperti UB Malang dan Unej Jember khususnya Fakultas Kedokterannya karena minat anak-anak rata-rata ke situ”, tutur beliau. “Selain itu, untuk menumbuhkan karakter yang baik pada siswa, kami para guru mencontohkannya lebih dahulu. Pukul 6.30 kami masuk sekolah. Pukul 6.00 kami sdh berdiri di pagar menyambut siswa yg datang. Setelah siswa masuk kelas semua guru yang mengajar di jam pertama itu juga masuk. Sebelum pelajaran dimulai kami berdoa dulu sesuai agama dan kepercayaan masing-masing lalu berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu dari Ruang Guru. Setelah itu ada kegiatan literasi berupa membaca buku fiksi selama 15 menit. Setiap Rabu kami menghatamkan Al-Qur’an. Sedangkan siswa yang beragama lain juga membaca kitabnya masing-masing. Rutinitas ini selalu berjalan sehingga menjadi kebiasaan. Maka meskipun di kota besar, siswa Smalabaya juga relijius loh”, kata beliau yang disambut tawa renyah oleh sekalian yang hadir. ” Yang tak boleh dinafikan adalah peran Bu Widi sebagai kepala Smalabaya sangat besar sekali. Beliau membuat perubahan dengan memberi contoh. Ikut andil dalam setiap program. Memberikan reward and punishment serta tak jarang pulang sampai malam apabila ada kegiatan yang belum selesai dan memerlukan kehadiran beliau. Kedisplinan, ketegasan, namun juga perhatian beliau pada warga sekolah juga patut diapresiasi sehingga Smalabaya bisa mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan dengan meraih banyak prestasi. Salah satu gagasan beliau adalah tentang pengembangan literasi sekolah. Anak-anak yang dulunya malas membaca jadi bersemangat. Bahkan setiap kelas sudah mampu membuat buku kumpulan cerpen sendiri, yang nanti waktu penerimaan rapor pasti habis dibeli oleh para wali siswa yang takjub anaknya bisa menulis cerpen. Bahkan konsep literasi beliau sudah diadopsi banyak sekolah dan juga di pusat. Ini nilai plus yang juga bisa membuat Smalabaya diperhitungkan sebagai sekolah berprestasi di tingkat nasional”, pungkas beliau.

Dok. Humas SMANSA

Waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB. Tak terasa pemaparan dan diskusi telah berakhir. Wajah-wajah puas dan senyum sumringah terpancar dari Bapak Ibu guru Smansa setelah mendapatkan banyak sekali ilmu baru di Smalabaya. Ilmu yang nantinya bisa diterapkan di Smansa Sumenep untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berkarakter. Dalam sambutan penutupan setelah saling memberikan cindera mata, Pak Karman mengundang Bu Widi untuk datang ke Sumenep, khususnya ke Smansa. “Sumenep itu unik dan menarik Bu. Sumenep terdiri atas ratusan pulau baik yang berpenghuni maupun tidak. Ada salah satu pulau yang namanya Pulau Giliyang. Pulau ini merupakan penghasilan oksigen terbaik kedua di dunia. Jadi tidak jarang apabila dijumpai banyak orang di pulau ini yang berusia seratus tahun lebih. Belum lagi pantai-pantainya yang indah dan eksotis. Tidak kalah dengan Bali. Kami mengundang ibu dan teman-teman guru Smalabaya untuk datang ke Sumenep”, tutur beliau disambut anggukan dan senyuman Bu Widi beserta seluruh guru Smalabaya yang hadir. “Insyaallah pak. Semoga ada waktu senggang untuk bisa ke Sumenep. Kami juga ingin bersilaturahmi dengan teman-teman guru Smansa”, balas Bu Widi yang saat itu tampak anggun sekali dibalut batik berwarna oranye. Setelah beramah tamah dan berkeliling Smalabaya, kami pulang. Membawa oleh-oleh harapan, cita-cita, dan keinginan. Harapan,cita-cita, dan keinginan agar dari rahim Smansa lahir generasi-generasi yang tangguh, relijius, dan berprestasi. Generasi yang akan membawa Smansa ke puncak tertinggi peradaban dan kemanusiaan. Generasi yang akan menebar kebaikan dan kasih sayang di antara sesama umat manusia. Semoga. Sungguh sebuah perjalanan yang tidak sia-sia.

Leave a Comment