Setelah vakum selama lebih dari 2 tahun, Ngobrol Penuh Inspirasi (NGOPI) Buku Bareng SMAN 1 Sumenep kembali diselenggarakan. Kegiatan yang digawangi oleh tim Litersi dan Riset (LIRIS) SMAN 1 Sumenep ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca para peserta didik, sehingga mereka memiliki jelajah baca yang luas.

NGOPI Buku Bareng perdana pascapandemi ini dilaksanakan kemarin, pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022 di Aula Said Abdullah Hall SMAN 1 Sumenep. Acara yg berlangsung dari pukul 08.00-10.30 WIB ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMAN 1 Sumenep, Drs. Sukarman. Dalam sambutannya, Drs. Sukarman mengaku senang karena NGOPI Buku Bareng ini adalah pelaksanaan pertama baginya sejak menjadi Kepala SMAN 1 Sumenep.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep
Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

“Ini adalah pelaksanaan NGOPI Buku Bareng pertama sejak saya menjadi kepala sekolah di sini. Dan tentu saya senang karena dapat menjadi bagian dari proses peningkatan minat baca di sekolah ini.”

Kegiatan bedah buku kali ini diikuti oleh kelas XII MIPA 1, XII MIPA 2, dan XII MIPA 3 yg didampingi oleh Wali Kelas masing-masing kelas. Mereka sangat antusias mengikuti jalannya bedah buku FILOSOFI KOPI yg pernah menjadi Best Seller di tahun 2015-2017.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep
Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Pembicara pada bedah buku karya (Dee) Dewi Lestari itu, yaitu bapak Hari Nurdi, S.Pd. dan Elga Pradita, yang menjadi wakil peserta didik dari kelas XII MIPA 3. Dita, begitu panggilan akrabnya, memaparkan hal-hal yang menjadi keunikan dan keunggulan buku ini. Kemudian ia mengaju bahwa dirinya terinspirasi dengan membaca buku ini. Sehingga dirinya mengutip beberapa kalimat dakam buku dan menjadikannya quotes motivasi.

“Kopi yang enak itu karena ada pahitnya, begitulah hidup yang kadang berjalan tak sesuai kehendak kita”, ungkapnya dengan penuh semangat sambil tersenyum.

Berbeda dengan Dita, bapak Hari Nurdi menyampaikan bahwa Dewi Lestari adalah seorang penulis perempuan terbaik di Indonesia.

“Saya kira Dee Lestari ini adalah penulis perempuan yang harus ditempatkan di posisi teratas di antara penulis perempuan lain Indonesia. Saya kira begitu”, ungkapnya.

Selain bapak Hari juga mengatakan bahwa Dee memiliki pemikiran yang dapat dikatakan sebagai “tangkisan” di kala semua penulis cenderung “vulgar” di masa pasca orde baru karena ia berbeda.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep
Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Usai paparan dari para pembedah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu langsung oleh moderator, bapak A. Hamzah Fansuri Basar, S.Pd., M.A. Masing-masing kelas perwakilan kelas mengajukan pertanyaan.

Dok. HUMAS SMANSA Sumenep
Dok. HUMAS SMANSA Sumenep

Bedah buku ini juga dikemas dengan beberapa hiburan sebagai ice breaking, yaitu penampilan musik dari masing-masing kelas peserta NGOPI Buku Bareng ini.

Drs. Sukarman berharap peserta didiknya agar senang membaca, sebab membaca dapat membuka cakrawala dunia. Beliau juga memberi motivasi dengan menceritakan tentang bagaimana Al Qur’an diturunkan pertama kali.

“Al Qur’an saja pertama kali diturunkan dengan ayat yang berbunyi iqro’, artinya membaca. Jika Rasulullah Saw saja diminta untuk membaca, apa lagi kita?”, tegasnya.

Leave a Comment